LAPORAN HASIL ANALISA
Hubungan Inovasi Pendidikan Sekolah Dasar dengan Kualitas Pendidikan
di SDN Pasir Sarongge
(melalui penerapan Strategi Alignment Model Teknologi Transformasi)
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas
Mata Kuliah Teknologi Kinerja dalam Pendidikan MTP-525.
Penyusun
Nama : DEDEH NURMIATI
NIM : 55 2010 0238
Program Studi : Magister Teknologi Pendidikan (MTP)
Pokjar : Cianjur
Masa Registrasi : 2010.1
UNIVERSITAS ISLAM AS- SYAFI’IYAH
PROGRAM PASCASARJANA
MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan karunia-Nya, akhirnya penulis dapat menyelesaikan suatu laporan konseptual yang berjudul “Hubungan Inovasi Pendidikan Sekolah Dasar dengan Kualitas Pendidikan di SDN Pasir Sarongge” Penyusunan laporan ini dimaksud untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Teknologi Kinerja dalam pendidikan dengan kode mata kuliah MTP-525.
Pembahasan dalam makalah ini diawali dengan suatu analisis daya dukung sekolah terhadap inovasi pendidikan, kendala, tantangan sampai suatu rencana strategi yang akan diterapkan dalam meningkatkan kualitas pendidikan yaitu penerapan strategi alignment model teknologi transpormasi.
Penulis menyadari bahwa penyusunan laporan ini dapat diselesaikan atas dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada mereka. Khususnya ucapan terima kasih kepada Ibu. Dra. Astiana Baiti Sinaga. Selaku dosen mata kuliah ini atas do’a dan restunya untuk penyusunan makalah ini.
Akhirnya, penulis berharap mudah-mudahan laporan ini dijadikan motivasi dalam rangka menanamkan sikap inovator dikalangan personil SDN Pasir Sarongge demi meningkatkan kualitas Sekolah.
Cianjur, Maret 2011
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR..................................................................................... i
DAFTAR ISI................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang........................................................................ 1
B. Rumusan Masalah.................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan...................................................................... 2
BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. . Lingkup Inovasi Pendidikan Sekolah Dasar (SD)................... 3
BAB III HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Objek yang dianalisis............................................................... 6
B. Tujuan Sekolah........................................................................ 9
C. Kendala................................................................................... 9
D. Tantangan................................................................................ 9
E. Pembahasan........................................................................... 10
BAB IV KESIMPULAN
A. . Kesimpulan............................................................................ 13
DAFTAR PUSTAKA................................................................................... 14
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tantangan pendidikan pada sekolah dasar di masa depan disadaari akan semakin berat. Hal ini merupakan konsekuensi kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan. Pertumbuhan penduduk dan peningkatan taraf hidup dengan sendirinya berdampak terhadap dunia pendidikan. Hal itu diantaranya ditunjukkan dengan meningkatnya aspirasi terhadap peningkatan pendidikan baik dalam arti perluasan kesempatan belajar maupun tuntutan akan pendidikan yang bermutu. Untuk menjawab tuntutan tersebut, pendidikan pada jenjang Sekolah Dasar (SD) mau tidak mau harus segera melakukan upaya pengembangan dan inovasi secara skematik dan sistematik. Pengembangan dan inovasi tersebut dipandang penting mengingat sampai saat ini angka anak usia Sekolah Dasar (SD) yang putus sekolah dan yang belum mengenyam pendidikan masih cukup tinggi. Penyebabnya disadari cukup komplek, yang satu sama lain saling terkait, seperti faktor ekonomi keluarga, sikap orang tua, perlakuan guru, dan faktor sekolah termasuk kondisi geografis yang sulit dijangkau. Fenomena seperti itu, menuntut kita sebagai pendidik untuk melakukan inovasi dalam pendidikan
Dengan demikian, dalam pelaksanaan pengembangan dan perluasan kesempatan sekolah Dasar (SD) ini menuntut strategi yang berbeda-beda pula. Hal yang menarik dan penting bagi kita adalah bagaimana inovasi ini menjadi sikap mental, untuk itu melalui penulisan ini saya ingin mengembangkan inovasi di lingkungan dimana saya bekerja.
B. Rumusan Masalah
Berkenaan dengan hal yang telah dipaparkan dalam latar belakang tadi, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penulisan ini adalah :
- Lingkup dan komponen apa saja yang menjadi prioritas Inovasi pendidikan Sekolah Dasar?
- Bagaimana hubungan inovasi pendidikan dan kualitas pendidikan di SDN Pasir Sarongge?
C. Tujuan Penulisan
1. Tujuan secara umum
Menanamkan dan memiliki sikap inovator dikalangan personil SDN Pasir Sarongge untuk meningkatkan kualitas Sekolah.
2. Tujuan secara khusus
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Teknologi Kinerja dalam Pendidikan (MTP 525).
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Lingkup Inovasi Pendidikan Sekolah Dasar (SD)
Hamijoyo mengemukakan inovasi pendidikan adalah suatu perubahan yang baru dan kualitatif berbeda dari hal yang ada sebelumnya serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan.
Sementara, Ibrahim mendefinisikan inovasi pendidikan adalah inovasi (pembaruan) dalam bidang pendidikan atau inovasi yang dilakukan untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan. Inovasi pendidikan merupakan suatu ide, barang, metode yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat) baik berupa hasil inverse atau diskoversi yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau memecahkan masalah-masalah pendidikan.
Dari kedua pendapat pakar di atas mengenai inovasi pendidikan, dapat ditarik kesimpulan bahwa inovasi pendidikan adalah ide, barang, metode yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat) yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan atau memecahkan masalah-masalah pendidikan.
Inovasi pendidikan menurut Tilaar harus didukung oleh kesadaran masyarakat untuk berubah. Apabila suatu masyarakat belum menghendaki suatu system pendidikan yang diinginkannya maka tidak akan mungkin suatu perubahan atau inovasi pendidikan terjadi, apabila masyarakat telah merasakan bahwa inovasi pendidikan merupakan suatu keharusan maka akan melahirkan pemikiran-pemikiran dan pelaksanaan inovasi pendidikan.
Miles dalam Ibrahim (1988:52) mengungkapkan paling tidak ada 11 komponen penting yang menjadi wilayah inovasi dalam pendidikan. Kesebelas komponen tersebut, yaitu (1) personalia, (2) banyaknya personil di wilayah kerja, (3) fasilitas fisik, (4) penggunaan waktu, (5) perumusan tujuan, (6) prosedur pembelajaran, (7) peran yang diperlukan, (8) wawasan dan perasaan, (9) bentuk hubungan antar bagian atau mekanisme kerja,(10) hubungan dengan sistem lain, dan (11) strategi pembelajaran.
Kesemuanya itu pada umumnya menjadi kepedulian inovasi pendidikan yang tertuju kepada kuantitas dan kualitasnya. Dalam inovasi personalia, inovasi terjadi pada dimensi profesionalisme sistem karir dan pemberian peluang.
Ibrahim (1988) mengungkapkan elemen-elemen pokok dalam proses perencanaan, yaitu (1) merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus inovasi, (2) mengidentifikasi masalah, (3) menentukan kebutuhan, (4) mengidentifikasi sumber penunjang dan penghambat, (5) menentukan alternatif kegiatan, (6) menemukan alternatif pemecahan masalah, (7) mentukan alternatif pendayagunaan sumber daya yang ada (8) menentukan kriteria untuk memilih alternatif pemecahan masalah, (9) menentukan alternatif pengambilan keputusan, dan (10) menentukan kriteria untuk menilai hasil inovasi.
Untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan, Salisbury menyebutkan adanya 5 teknologi yang berperan dalam perubahan pendidikan, yaitu system thinking, system design, quality science, change management dan instructional technology. Kelima teknologi tersebut diterapkan secara paralel agar usaha memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan dapat terlaksana dengan baik dan manfaatnya dapat dirasakan.
BAB III
HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Objek yang dianalisis
Dengan mengacu pada pendapat Miles dalam Ibrahim (1988:52) maka saya menganalisis komponen-komponen yang menjadi wilayah inovasi dalam pendidikan yang ada di sekolah tempat saya bertugas, yaitu sebagai berikut.
1. Identitas sekolah
| 1 | Nama | SDN Pasir Sarongge | 5 | Jarak dari Ibu Kota Kecamatan | 4 km |
| 2 | Status | NEGERI | 6 | Alat Transportasi ke Sekolah | Jalan kaki |
| 3 | N.S.S | 101020708031 | 7 | Lokasi SD / MI | Jl. Pasir Sarongge |
| 4 | Alamat | 8 | Jumlah Penduduk Usia Sekolah ( 7 – 12 tahun ) di desa | | |
| | 4.1 Jalan/Kampung | Pasir Sarongge | | ||
| 4.2 Desa/Kelurahan | Ciputri | 9 | Sekolah didirikan pada tahun | 1975 | |
| 4.3 Kecamatan | Pacet | 10 | Sekolah di rehab pada tahun | 1989 – 2001 – 2005 | |
2. Keadaan Murid
| 1. | Kelas | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | TOTAL | ||||||||||||||
| 2. | Rombel | 2 | 2 | 3 | 2 | 2 | 2 | |||||||||||||||
| 3. | Jender | L | P | J | L | P | J | L | P | J | L | P | J | L | P | J | L | P | J | L | P | J |
| 4. | Murid Awal | 75 | 33 | 108 | 73 | 55 | 128 | 43 | 50 | 93 | 52 | 37 | 89 | 58 | 60 | 118 | 43 | 35 | 78 | 334 | 270 | 614 |
| 5. | Drop Out (DO) | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - |
| 6. | Pindah/Tamat | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | 1 | 1 | - | - | - | - | - | - | - | 1 | 1 |
| 7. | Masuk | - | 1 | 1 | - | 1 | 1 | - | - | - | 1 | - | 1 | - | - | - | - | - | - | 1 | 2 | 3 |
| 8. | Jumlah Akhir Bulan | 75 | 34 | 109 | 73 | 56 | 129 | 43 | 50 | 93 | 53 | 36 | 89 | 58 | 60 | 118 | 43 | 35 | 75 | 345 | 271 | 616 |
| 9. | Mendapat Bea Siswa | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - |
| 10. | Terancam DO | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - | - |
3. Personalia/Kepegawaian
| NO | Nama Tempat Tgl. Lahir | Nip Karpog | Identitas | Status | Pendidikan | Gol Rng | TMT | TMT di SD ini | Mngajr Di Kls | Absensi | Ket | |||||||||||||||
| JK | Agm | Stts | Tgl.Kl | KS | GK | GA | GO | GII | GS | PS | >D2 | D2 | D3 | S1 | S2 | S | I | A | ||||||||
| 1 | Abdullah Kadir, S.Pd. | 195609171977111001 | L | Islam | K | - | √ | - | - | - | - | - | - | - | - | - | √ | - | IV/a | 4-1-2002 | 9-16-2001 | AD SUP | - | - | - | - |
| Ternate, 17-09-56 | ||||||||||||||||||||||||||
| 2 | Sudlah, A.Ma.Pd. | 195905141978032001 | P | Islam | K | - | - | √ | - | - | - | - | - | - | - | - | √ | - | IV/a | 4-1-2005 | 9-1-1981 | IV A | - | - | - | - |
| Gn. Kidul, 14-05-59 | ||||||||||||||||||||||||||
| 3 | Ritta Dachtiar, A.Ma.Pd. | 196009091982012004 | P | Islam | K | - | - | √ | - | - | - | - | - | - | - | - | √ | - | IV/a | 4-1-2005 | 4-1-1982 | II A-B | - | - | - | - |
| Bogor, 09-08-60 | ||||||||||||||||||||||||||
| 4 | Neni Sumarni, A.Ma.Pd. | 196112311983052002 | P | Islam | K | - | - | √ | - | - | - | - | - | - | √ | - | - | - | IV/a | 4-1-2005 | 4-1-1984 | I A-B | - | - | - | - |
| Cianjur, 31-12-61 | ||||||||||||||||||||||||||
| 5 | Nandi Suhandi, S.Pd. | 196309061983051001 | L | Islam | K | - | - | √ | - | - | - | - | - | - | √ | - | - | - | IV/a | 10-1-2007 | 4-1-1985 | V B | - | - | - | - |
| Cianjur, 06-10-65 | ||||||||||||||||||||||||||
| 6 | Siti Amanah, S.Pd. | 196510251986032006 | P | Islam | K | - | - | √ | - | - | - | - | - | - | - | - | √ | - | IV/a | 4-1-2003 | 4-1-1985 | VI A | - | - | - | - |
| Bandung, 25-10-65 | ||||||||||||||||||||||||||
| 7 | Dedeh Nurmiati, S.Pd. | 196812021993012001 | P | Islam | K | - | - | √ | - | - | - | - | - | - | - | - | √ | - | III C | 10-1-2007 | 4-1-1986 | VI B | - | - | - | - |
| Cianjur, 02-12-68 | ||||||||||||||||||||||||||
| 8 | Siti Halimah, A.Ma.Pd. | 196512111993012001 | P | Islam | K | - | - | √ | - | - | - | - | - | - | - | - | √ | - | III C | 4-1-2005 | 12-1-1998 | V A | - | - | - | - |
| Cianjur, 11-12-65 | ||||||||||||||||||||||||||
| 9 | Djuariah, A.Ma.Pd. | 196603121999032003 | P | Islam | K | - | - | √ | - | - | - | - | - | - | - | - | √ | - | III B | 4-1-2005 | 5-1-1996 | III A-B | - | - | - | - |
| Bandung, 12-03-66 | ||||||||||||||||||||||||||
| 10 | Dedi Sunardi, S.Pd.I | 195706211973111001 | L | Islam | K | - | - | - | √ | - | - | - | - | - | - | - | √ | - | IV A | 4-1-2005 | 5-1-1999 | IV-VI | - | - | - | - |
| Cianjur, 21-06-57 | ||||||||||||||||||||||||||
| 11 | Mulyadi Syarip | 196805292007011003 | L | Islam | TK | - | - | √ | - | - | - | - | - | √ | - | - | - | - | II A | 4-1-2007 | 4-1-1979 | I-VI | - | - | - | - |
| Cianjur, 29-05-68 | ||||||||||||||||||||||||||
| 12 | Ita Mariatul Hasnah | 991 031 001 | P | Islam | K | - | - | - | - | - | - | √ | - | √ | - | - | - | - | | | 3-2-2004 | I-VI | - | - | - | - |
| Cianjur, 29-04-76 | ||||||||||||||||||||||||||
| 13 | Teti Susanti Apriani | 991 031 002 | P | Islam | K | - | - | - | - | - | - | √ | - | - | √ | - | - | - | | | 5-1-2003 | IV B | - | - | - | - |
| Cianjur, 29-04-83 | ||||||||||||||||||||||||||
| 14 | Ayi Iskandar | 991 031 004 | L | Islam | TK | - | - | - | - | - | - | √ | - | √ | - | - | - | - | | | 5-1-2003 | I-VI | - | - | - | - |
| Cianjur, 23-6-86 | ||||||||||||||||||||||||||
| 15 | Andy Sutrisno | 991 031 007 | L | Islam | TK | - | - | - | - | - | - | √ | - | √ | - | - | - | - | | | 7-1-2006 | III-VI | - | - | - | - |
| Cianjur, 31-05-82 | ||||||||||||||||||||||||||
| 16 | M. Rian Rubiansyah, Amd | 991 031 008 | L | Islam | TK | - | - | - | - | - | - | √ | - | - | - | - | √ | - | | | 5-1-2007 | I-VI | - | - | - | - |
| Cianjur, 21-07-84 | ||||||||||||||||||||||||||
| 17 | Taufik Rizal | - | L | Islam | TK | - | - | - | - | - | - | √ | - | - | - | - | √ | - | | | 15-7-2007 | I-III | - | - | - | - |
| Cianjur, 10-11-86 | ||||||||||||||||||||||||||
4. Keadaan Bangunan
| No | Nama Barang | Jumlah | Kondisi | Keterangan | |||
| Baik | Rusak | ||||||
| Ringan | Berat | Total | |||||
| 1 | Ruang Kelas | 10 | 7 | 3 | - | 10 | - |
| 2 | Ruang Kepala Sekolah | 1 | 1 | - | - | - | - |
| 3 | Ruang Guru | 1 | 1 | - | - | - | - |
| 4 | Ruang Perpustakaan | 1 | 1 | - | - | - | - |
| 5 | Ruang UKS | 1 | 1 | - | - | - | - |
| 6 | Ruang Aula | - | - | - | - | - | - |
| 7 | Mushola | - | - | - | - | - | - |
| 8 | Rumah Dinas KS | - | 1 | - | - | - | - |
| 9 | Rumah Dinas Guru | - | - | - | - | - | - |
| 10 | Rumah Dinas Penjaga | - | - | - | - | - | - |
| 11 | WC / KM Murid | 2 | 1 | - | 1 | 2 | - |
| 12 | WC / KM Guru | 2 | 1 | - | 1 | 2 | - |
| 13 | Warung Sekolah | 1 | - | - | 1 | 1 | - |
5. Visi, Misi, Tujuan Sekolah dan Sasaran Program
Perkembangan dan tantangan masa depan seperti :
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Globalisasi yang sangat cepat, Era Globasisasi, dan berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan memacu sekolah untuk merespon tantangan sekaligus peluang itu. SD Negeri Pasir Sarongge memiliki citra moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa yang akan datang yang diwujudkan dalam Visi sekolah berikut :
VISI SD NEGERI PASIR SARONGGEVisi tersebut di atas mencerminkan cita-cita sekolah yang berorientasui ke depan dengan memperhatikan potensi keyakinan, sesuai dengan norma dan harapan masyarakat.
Untuk mewujudkannya, sekolah menentukan langkah-langkah strategis yang dinyatakan dalam misi berikut :
MISI SD NEGERI PASIR SARONGGEB. Tujuan Sekolah
Tujuan sekolah sebagai bagian dari Tujuan Pendidikan Nasional adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.
Tujuan SD Negeri Pasir Sarongge adalah sebagai berikut :
1. Menguasai dasar-dasar Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai bekal untuk melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi.
2. Meraih prestasi akademik maupun non akademik yang lebih optimal.
3. Dapat hidup mandiri sehingga terbentuk kehidupan yang lebih sejahtera lahir batin.
4. Menjadikan sekolah sebagai pelopor dan penggerak lingkungan masyarakat sekitar.
5. Dapat menjalankan ajaran agama sebagai proses pembelajaran dan kegiatan pembiasaan.
C. Kendala
Yang menjadi kendala di SDN Pasir Sarongge adalah letak geografis rumah penduduk yang yang berjauhan dan untuk sampai di sekolah siswa harus melalui jalanan yang terjal, sehingga menimbulkan kehadiran siswa di sekolah kurang baik.
D. Tantangan
Lulusan dari SDN Pasir Sarongge tidak dapat melanjutkan sekolah ke sekolah layaknya anak-anak di perkotaan, karena di sekitar lokasi tersebut tidak terdapat SMP, sehingga hal ini menjadi bahan pemikiran tenaga pendidik SDN Pasir Sarongge untuk mendukung program SMP Seatap di SDN Pasir Sarongge, sehingga guru-guru sekolah ini harus melipat gandakan potensi kinerjanya.
E. Pembahasan
Dengan mengkaji daya dukung sekolah dalam hal ini sumber daya sekolah, kendala, dan tantangan maka jelas sekali diperlukan inovasi pendidikan. Namun seperti yang dikatakan Tilaar bahwa inovasi pendidikan harus didukung oleh kesadaran masyarakat untuk berubah. Apabila suatu masyarakat belum menghendaki suatu sistem pendidikan yang diinginkannya maka tidak akan mungkin suatu perubahan atau inovasi pendidikan terjadi, Apabila masyarakat telah merasakan bahwa inovasi pendidikan merupakan suatu keharusan maka akan melahirkan pemikiran-pemikiran dan pelaksanaan inovasi pendidikan.
Hubungan proaktif dan interaktif antara sekolah dengan lingkungan telah dijalin demi usaha mengadakan perubahan atau inovasi, hal ini dapat terjadi dengan saling mengembangkan dan mengontrol antara sekolah dengan lingkungannya . Pimpinan sekolah dan guru juga bekerja sama dengan orang tua siswa untuk mengadakan perubahan guna mengefektifkan proses belajar peserta didik. Dengan demikian, segala sumber yang ada di lingkungan sekolah didayagunakan untuk menyukseskan proses inovasi tersebut.
Dalam hal ini yang telah dilakukan oleh Sekolah Dasar Negeri Pasir Sarongge terhadap masyarakat adalah melaksanakan Model Perencanaan Inovasi Pendidikan. Dimana yang menjadi kata kunci dari pelaksanaan model ini ialah terbuka, fleksibel, keseluruhan, dan hubungan baik.
Terbuka artinya Sekolah dasar tersebut merupakan sistem yang mau menerima input baik dari dalam sistem itu sendiri maupun dari luar sistem. Fleksibel artinya dalam proses perencanaannya bebas untuk bergerak dari tahap satu ke tahap berikutnya, yang tentunya sesuai dengan kondisi dan situasi yang ada. Keseluruhan artinya bahwa perencanaan harus dipikirkan secara menyeluruh dengan memperhatikan berbagai aspek atau komponen yang diarahkan pada kesuksesan inovasi pendidikan Sekolah Dasar itu. Hubungan artinya dalam perencanaan inovasi ini dipandang perlu senantiasa memperhatikan hubungan baik antar anggota sistem maupun hubungan dengan luar sistem.
Dengan diterapkannya model tadi di SDN Pasir Sarongge hubungan inovasi pendidikan dengan kualitas pendidikan meningkat, SDN Pasir Sarongge dapat memenuhi harapan masyarakat sehingga dianggap Sekolah yang berkualitas, dan sampai detik ini sekolah SDN Pasir Sarongge dapat memenuhi pelayanan pendidikan pada pelanggan pendidikan dan mereka beranggapan bahwa sekolah ini sekolah yang berkualitas, hal ini terbukti dari jumlah murid yang mencapai 616 orang siswa.
Disamping itu berbagai usaha pembaharuan kecil-kecilan (reformasi) memang telah dilakukan, namun kini yang akan dilakukan adalah transformasi pendidikan, dimana hakikat, lembaga, dan fungsi pendidikan dikembangkan dengan menggunakan nilai, prinsip, dan prosedur baru secara menyeluruh, menurut Miarso (1988) dapat dijadikan dasar pertimbangan perlunya usaha transformasi itu, diantanya :
1. Belajar menyelidik, yaitu meliputi kemampuan seseorang dalam menggunakan proses dan prosedur intelektual untuk memecahkan masalah akademis maupun praktis yang dihadapinya. Dalam kalangan ilmu alamiah kemampuan ini disebut dengan “belajar menemukan” (discovery learning).
2. Belajar mandiri, kemampuan ini penting karena keberhasilan dalam “kehidupan” akan diukur dari kesanggupan bertindak dan berpikir sendiri dan tidak tergantung kepada orang lain.
3. Belajar stuktur bidang studi, karena kemampuan manusia terbatas, sedang informasi terus bertambah, maka cara yang lebih bermakna adalah bila kita mampu mempelajari gagasan umum yang dijadikan dasar dalam menyusun, menafsirkan, dan mempekirakan gejala yang ada dalam bidang studi itu, atau dengan kata lain mempelajari struktur bidang studi.
4. Belajar mencapai penguasaan, prinsip ini didasarkan pada asumsi bahwa tiap peserta didik mampu menguasai apa yang dipelajarinya.
5. Pendidikan untuk perkembangan kepribadian, perkembangan ini merupakan perkembangan segala aspek kepriabadian secara utuh, bukan hanya menekankan pada aspek kognitif saja melainkan pula keyakinan, minat, dan nilai yang membentuk pribadi seseorang.
6. Pendekatan sistem, sebagai suatu prosedur yang dikembangkan dalam ilmu manajemen, telah banyak diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan.
7. Persebaran waktu, pendidikan itu berlangsung sepanjang waktu, terutama waktu jaga setiap orang. Berkaitan pula dengan konsep “pendidikan sepanjang hayat” maka pendidikan ini mempunyai waktu yang sangat luwes.
8. Persebaran tempat, erat kaitanya dengan persebaran waktu, maka kegiatan pendidikan itu pada dasarnya dapat berlangsung dimana saja. Namun, bilamana dikehendaki agar pendidikan itu terarah dan terawasi perlu ditata terlebih dahulu bentuk kelembagaan dan tata caranya.
9. Keanekaragaman sumber, pada awalnya kebudayaan, manusia memperoleh pendidikan dari alam sekitarnya, yang terdiri dari sumber insani dan sumber non insani, yaitu berupa lingkungan, alat, media dan sebagainya.
10. Diferensiasi peranan, sejalan dengan adanya berbegai macam sumber insani, maka guru harus berbagi peranan dengan orang lain yang mempunyai tugas dan fungsi khusus.
11. Ekonomi pendidikan, pendidikan sebagai suatu proses yang menciptakan hasil, tidak mungkin terbebas dari pertimbangan ekonomi.
12. Perkembangan teori dan prinsip, ilmu pendidikan bukan disiplin yang mati, melainkan berkembang sesuai dengan perkembangan daya pikir, keadaan, dan kebutuhan manusia.
Dari kutipan diatas kiranya dapat diterapkan di SDN Pasir Sarongge guna lebih meningkatkan kualitas pendidikan di SDN Pasir Sarongge, sehingga pelayanan pendidikan di SDN Pasir Sarongge dapat memenuhi harapan pelanggan pendidikan.
BAB IV
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Dari hasil analisis yang telah dilaksanakan maka kesimpulan dapat digambarkan sebagai berikut :
INOVASI PENDIDIKAN YANG DILAKUKAN DI
SDN PASIR SARONGGE
DAFTAR PUSTAKA
Ace Suryadi. (1993). Analisa Kebijakan Pendidikan: Suatu Pengantar, Bandung: Rosdakarya. Remaja.
Cece Wijaya, dkk. (1992). Upaya Pembaruan dalam Pendidikan dan Pengajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Ibrahim. (1988). Inovasi Pendidikan. Jakarta: PPLPTK Ditjen Depdikbud.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar